Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 8

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 8by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 8Berbagi Suami Bule – Part 8 IN THE MORNING By : Marucil 09.30   “Iyeee halooo, ini siapee berisik amaat deh nelpon pagi – pagi” Gerutu Eva dengan matanya yang masih tertutup. “Ini gue Nabill, lo dimana sih cun ?” Tanya Nabilla dibalik telepon. “Gue baruu banguun ahh, lopada dimane?” Balas Eva. “Buset ppantes ajaa, […]

multixnxx-Brown hair, Long hair, Ponytail, 69, Asian-10 multixnxx-Brown hair, Long hair, Ponytail, 69, Asian-11 multixnxx-Greendragon's hot pics II -9Berbagi Suami Bule – Part 8

IN THE MORNING
By : Marucil

09.30

 

“Iyeee halooo, ini siapee berisik amaat deh nelpon pagi – pagi” Gerutu Eva dengan matanya yang masih tertutup.
“Ini gue Nabill, lo dimana sih cun ?” Tanya Nabilla dibalik telepon.
“Gue baruu banguun ahh, lopada dimane?” Balas Eva.
“Buset ppantes ajaa, kita bangunin lo tadi pagi susah banget, tidur jam berapa sih lo?”
“Aahhh gue ngantuk banget aahhhh, gue semalem gak bisa tidur tau. Gue baru tidur tadi habis subuh” jawab Eva
“Ya udahahh gue masih ngantuk nihh daaahhhh”… Eva menutup percakapan dan kembali berbaring.”Ahhhh sialan gue belum tidur pules udah kebangun aja gara2 telponya si Nabil”

Pagi itu pukul 9.30 suara handpon Milik Eva membangunkan istirahat eva dari pergulatan nafsu yang dia lakukan bersama Bastian semalaman suntuk. Pergukatan yang dinikmati oleh keduanya dengan rasa saling membutuhkan. Pagi ini tidak ada yang menyadari apa yang terjadi dengan Eva dan Bastian tengah malam tadi. Mereka hanya tahu mereka berdua susah untuk dibangunkan.

“Tiaaaann banguuun donkk, makan yukk gue laper nih” kata eva sambil menepuk punggung Bastian.
“Hmmmmmmmm, Nantiii ahhh masih ngantuk nihhhhh” balas bastian yang masih terlena oleh alam mimpi.
“Ahhh eluu bangun donkkk, temenin makan yukkk.”
“Ayoooo bangun ayooo banguuun” Eva sedikit menggoyang2 tubuh bastian.
“Udaaaah banguuun koook dariii tadiiiii” jawaaab Bastian sambil meregangkan badanya.
“Udaaah banguuun dari hongkongg ayooo cepeet….” Sambil menarik selimut yang menutupi tubuh bastian yang masih telanjnag.
“Tuhhh kan udaaah banguun kaan” nyinyir Bastian sambil tertawa.
“Itu mah kontol elu kale yang dah bangun.Ihhh dasar tukang ngaceng looo, pagi2 gini dah ngaceng aja” sahut Eva.
“Udah cepetan bagun donk elonya..” Pinta eva.

“Hmmmm, naantiiiiii” Aku sedikit mengelak karena memang benar2 menga tuk.
“Banguuun gaaak loooooo” kata eva sambil meremas dan mengocok penisku yang sudah sangat tegang.
“AahhhH iyaa iya iya aku bangun, tapi jangan dikocopkin gitu donk aku gak kuaat.”
Evaa tetap mengocoknya tapi tak lama dia melepasnya juga. Akhirnya aku memaksa tubuhku untuk bangkit dari kasur yang berantakan itu. Kulihat eva sedang menatap dirinya dicermin membersihkan minyak minyak yang terproduksi saat tubuh beristirahat. Dia juga mengenakan pelembab muka. Eva hanya menggenakan CD hitam pagi itu.

Kuambil botol minuman diatas meja jecil sebelah tempat tidur. Kutenggak air minum iti untuk membasahi tenggorokanku yang cukup kering. Eva terlihat sudah selesai dengan kegiatan pagi harinya. Lalu dia bersiap kejamar mabdi untuk membersihkan diri.

“Gw mandi duluan yaah” kata eva
“Iyaaa” jawabku sambil menguap.

Eva bejalan menuju kamar mandi disalah satu pojok kamarnya. Kuambil sebuah handuk bersih diatas tumpukan pakaian Eva dimeja. Kulilitkan tubuh bagian bawahku untuk menutupi penisku yang masih berdiri dengan gagahnya. Kususul Eva ke kamar mandi karena memang aku gendak buang air kecil. Kubuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak dikunci oleh eva. Kulihat Eva sedang duduk diatas toilet tubuhnya masih terlihat handuk. Dia sedang asik membersihkan buku buku kakinya dengan silat pemotong.

“Heeh lu kalao mau mandi duluan aja deh, gw mau cukur bulu kaki dulu mumpung sempat ” Kata eva sambil terus mengerti bulu kakinya
” Iya gampang, eh masih dulu dong aku mau pipis dulu dah kebelet nihhh” pintaku
“ya elang gw dah pede juga” jawab Eva sambil menyingkir dar atas toilet. Dia menuturkan wastafel untuk mengambil gelar pelumas

Aku langsung menuntaskan hajat ku. Currrrr cukup banyak air seni yang ku buang pagi ini karena memang semalam aku banyak sekali mengkonsumsi bir. Ku selesaikan hajat ku dan kebersihan mukaku dengan sabun muka milik eva. Kebersihan juga gigi ku. Eva kembali duduk diatas toilet untuk melanjutkan kegiatannya. Ku lirik Eva yang tengah asik dan kulihat di arah gundukan daging ya gak terbelah.

“Vaa kamu memang sering bersih gitu ya? ‘tanyaku sambil menggosok gigi.
“ya iya lah kalau kaga tah kaga laku dong gw entar ” canda Eva
” owh iya kimcill sih ya, hahaaha” balasan mencandainya
“yg, terserah lu dah mau ngomong apa” gerutu eva
“hmmm, aku boleh nyobain gak” tanyaku iseng.
“nyobain? Semalem kan udah masih kepengen logo? ” sahut Eva
” yee bukan itu, maksud aku nyobain cukur bulu jembut kamu aq belum pernah soalnya ” tanyaku lagi
” yaudah nihhh, ya dah niiih” Jawab Eva sambil memberikan alat pengukuran berwarna pink itu.

Ku hampiri Eva dan ku berjongkok dihadapan selangkangan nya. Eva menyingkap handuk nya dan dia angkat kedua kakinya diatas bibir toilet. Bibir vagina yang semalam hanya kulihat samar karena cahaya yg redup, kini dapat kulihat dengan begitu jelas. Putih bersih dan berwarna pin dibagian dalamnya. Aku sedikit terpesona melihatnya. Eva membalut kulit selangkangan ya dengan gol pelumas khusus. Kemudian dia sibuk bibir vaginanya dan mengarahkan ku cara untuk mencukur bulu putus yang benar. Setelah aku sedikit mengerti ku pegang bibir vaginanya. Eva sedikit mendesis ketika aku tak sengaja menyentuh klitoris nya. Perlahan namun pasti kukerok Bulu bulu halus disekitar selangkanganya. Kulakukan dengan teliti dan detail hingga semua sisi menjadi bersih dan licin.

“Ternyata memek kamu mulus juga ya bersih lagi. semalam gelap sih jadi gak kelihatan jelas.” Kataku
“Jelas bersih dong, kalau enggak cukong cukong gak pada doyan dong” jawab Eva sambil senyum senyum
“Idiiih, mainya sama cukong coba?” balasan.
“Yee yang pentingkan duitnya banyak, hahaha” timpalnya sambil tertawa.
“lagian tuh ya klo sama cukong rata2 kantornya kecil kaya punya lu, jadi memek gw kaga sakit walau sehari ngelayanin sampe 3orang.” Jelas Eva.
“Terus aja ngeledek. Terus semalem siapa yang teriak teriak keenakan? ” kataku menyombongkan diri.
” hehehe” Eva hanya senyum.

Kutaruh lagi pencukur bulu itu di dekat wastafel dan kubasuh juga tanganku. Eva menyirami selangkanganya dengan selang yang terdapat di bawah toilet yang didudukinya. kemudian aku kembali berjongkok dihadapanya. Dia hanya tersenyum seolah mengerti apa yang aku inginkan. Eva membuka kembali kedua pahanya dengan lebar. Kini kulit disekitar vaginanya sudah benar2 mulus tanpa sehelaipun bulu yang tersisa. Kupegang bibir Vaginanya dengan kedua tanganku, perlahan ku buka hingga terlihat dinding vagina yang berwarna merah muda itu. Aku memang sudah terbiasa dengan Vagina yang ditumbuhi banyak bulu tetapi Vagina milik Eva terlihat sangat menarik hingga membuat wajahku semakin dekat dengan selangkanganya. Kucium aromanya dan kurasakan hangat yang terhembus dari dalam luang yang misterius itu. kuberikan sebuh kecupan pada pangkal vagina dimana klitoris berada “Muachhh”. Hal itu sedikit membuat Eva sedikit merintih dan mendesah. Diapun membelai rambutku untuk menginstruksikan agar aku segera membelai areal kewanitaanya. Kulilitkan lenganku di paha kananya, kedua kaki Eva kini bersandar dipundaku. Tangn kananku mulai bergerilia diarea sensistif yng semalam sudah aku buktikan kenikmatanya. Kusibk lagi bibir Vaginaya dan kujulurkan lidahku. Kusapukan lidahku berulang ulang. Kunikmati setiap inchinya, kukecup dan terkadang kuberikan sedotan ringan.

“ahhhhhhh Ahhhhhh Ahhhh sshsssyyyyytttttt”

Eva terdengar mulai meracau menikmati permainan Lidahku di daerah kewanitaanya. Jemari lentiknya mulai meremas rambutku, tubuhnya tak kuasa untuk bergoyang seirama dengan sapuan lidahku yang semakin dalam memasuki rongga kenikmatan itu. Kucolokan dua jariku di vaginanya, menambah sensasi dari permainanku pagi itu.. “Sruuuuuullpppp” suara jilatanku memenuhi seisi ruangan berukur 2×3 itu. Lidahku semakin dalam dan semakin liar memainkan perannya, cairan kenikmatan mulai terasa di ujung indra pengecapku. Aku tak mempedulikanya justru inilah yang aku cari. tidak hnya aku jilat dan kusedot, terkdang gigitan kecilpun kuberikan, Eva hanya meringisis menikmati setiap perlakuanku terhadap Vaginanya. Lidahku kini bergerilya di sekitaran selangkangan Eva, paha dan daerah dekat anus menjadi sasaranku kali ini. “sluurrpppp’ liurku tak kuasa membasahi seluruh areal kenikmatan.

Kuminta Eva untuk menurunkan kaki Kirinya kelantai kamar mandi, kulebarkan lagi selangkanganya dan kutinggikan posisi tubuhku. Kumasukan jari tengah dan maniskua kedalam lubang vaginanya. Kugerakan perlahan lenganku ketekan juga jempolku tepat diatas klitrorisnya. Eva semakin mendesah atas tindakaanku kali ini , tanganya bertumpu pada dinding kmar mandi yang basah.kupercepat memompa vaginanya sambil kuihat wajah Eva yang terlihat sangat asyik menikmatinya. Mulutnya mengaanga dan matanya tepejam. Sungguh pemndangan yang luar biasa. Tidak sampai lima menitt aku memaikan vaginianya Eva mengalami orgasme. Terasa cairan hangt menyembur di dua jariku.

“aahhhhhhhhh, achhhhhhhhh” “Tiaaan enaaak bangeetttt aaahhh ,aahhhhhh”

Ceracau Eva dengan terus meremas rambutku dan ditarik kearah selangkanganya, dengan sigap langsung ku mainkan lagi vaginanya denga lihanya lidah hangatku.” Slruuuupp” terus kujilati hingga cairan kewanitaan yang keluar dari dalam vaginanya habis oleh jilatanku. Kini Eva melepas kepitan pahanya di kepalaku dan jambakanya pun ikut dilepasnya seraya dia berdiri dan menuju kedalam Bath kape. Eva menyalakan shower dengan setelan air hangat, lalu dia berpaling kearahku.

“Mau ikut mandi sekalian gak” tantang Eva dengan muka yang sangat menggoda.Menjawab tantangan itu langsung kubuka handuk yang kulilitkan dan kulempar kearah meja dengan keramik putih itu.Aku masuk kedalam Bathkappe yang hanya ditutupi tirai plastik transparan. Eba menutup Tirai itu dan air hangat menciptakan embun yang mengaburkan tubuh telanjang kami. Bathkape yang hanya untuk satu orang itu membuat tubuh kami semakin dekat dan saling menempel satu sama lain.

Air hangat mengguyur yang mengguyur tubuh kami tidak sepanas aura nafsu kami berdua. Muka kami saling berdekatan, Eva penggosok punggungku dan kuusap Rambutnya yang terasa licin terkena air. Eva kini menuangkan sabun cair ke telapak tanganya dan mematikan shower air. Diusapnya sabun itu didadaku hingga menghasilkan busa yang lembut. Eva sangat telaten membersihkan setiap lekuk tubuhku, dada, perut, punggung lengan hingga ketiak tak segan ia usah dengan tanganya yang lembut. Kini dia memegang batang kemaluanku, dituangkanya sabun cair itu tepat diatas kemaluanku yang sudah sangat tegang. Jemarinya mulai membuat busa di tengah selangkanganku, buah zakarku dibersihkan hingga aku merasa sangat geli.

Selanjutnya eva beralih ke kakiku berjongkoklah dia dihadapanku. Dengan penuh teliti dia membalurkan busa busa wangi itu di seluruh kakiku yang sedikit ditumbuhi bulu bulu. Eva menyuruhku menaikan satu kakiku ditembok,kubalikan badan membelakangi Eva dan kunaikan dan kusandarkan di tempat sabun. Eva kembali berdiri kini dia mengusaplagi punggungku sambil setengah badanya menepel di lengan kiriku.
Tanganya sudah beralih sampai di pantatku. Diusap dan kadang ia remas kedua bongkahan itu. Tanpa komando jemarinya mengusap lubang anusku dan kadang dia jail dan menggelitik lubangku bahkan hendak menusuknya. Untung dia hanya main main saja, kalau tidak bisa hilang perawan anusku oleh jari Eva. Hahahahaha tertawaku didalam hati.

Eva menyudahi menyabuni tubuhku, dinyalakan lagi Shower dengan air hanya. Dia menyiram seluruh busa yang menutupi tubuhku. Jemarinya terlihat asik saat menyiramkan air di batang penisku, malahan dia sedikit mengocoknya dan membuatku semakin kegelian. Tetapi sensai kocopkan dicampur dengan siraman air hangat memang tiada duanya, kelembuatan jemari bertemu dengan deburan kencang air hangat dari Shower.

“Nahhh udah selesai, sekarang lu yang mandiin gue.” Kata Eva sambil memberikan botol sabun cair kepadaku.
“Tenang aja pasti Tian bersihin sampe licin.” Jawabku sambil tersenyum.
“Nahh Eva sekarang balik badan terus tanganya taro di tembok aja yahh” Pintaku.
“Kaya gini” Membalikan badanya da menaruh kedua lenganya di tembok
” Eh beentar Tian” sembari eva mengikat Rambutnya.

Kubasuh Punggung Eva denga Air hangat lalu kukecup pundak sebelah kananya. “Ehh” Eva sedikit melenguh. Kumatikan Showernya dankutaruh gagangnya diatas. Kutuangkan Sabun ditanganku, kugosok hingga berbusa lalu kuletakan kedua telapak tanganku di punggungnya. Mulai kugosok dengan lembut hingga seluruh punggug dan sebagian pantatnya tertutup busa. Kulanjut mebusai kedua lengan Eva sembari ku hembuskan nafasku tepat didaun telinganya. ” Aaahhhhh” Eva kembali melenguh dan dia menatapku dengan pandangan yang sayu.

Kini kuberjongkok dibawah bokongnya yang putih dan sintal. Lalu kusabuni kakinya yang jenjang, dari paha hingga kebetis. Setelah itu kulihat pantat eva yang sudah mengkilat oleh air. Bentuknya sangat sempurna dan indah sangat berbeda dengan pantat tante Ocha yang sudah banya selulit dan sedikit kendor, atau pantat Tante Natasha sekalipun. Tapi pantat milik Eva memang benar2 indah dengan bentuk yang sempurna menjulang keatas dan putih mulus tanpa noda sedikitpun. Memang benar kalau Eva dijuluki Pecun Highclass. Eva memandangiku yang tengah asik mengagumi bentuk pantatnya.

“Pantat kamu bagus Eva” Kataku yang dibalas senyumannya yang sangat sejuk. Kugenggam kedu bongkah pantat itu dan kutarik kesamping hingga lubang mengkerut dengan warna coklat muda itu nampak.Naluri dan nafsuku langsung menguasaiku, kutatap mata Eva sambil kudekatkan mulutku di lubang anusnya. “Leeeelll” kujilati lubang itu, pinggul Eva sedikit bergetar karena geli. Tetapi lidah ini sudah beraksi terlalu jauh, kelebarkan lagi lubang anusnya hingga sedikit mengaga. Kucoba menusukan lidahku kedalamnya tetapi sangat susah karena kutahu lubang itu masih perawan karena Eva belum pernah mendapatkan Anal Sex.

“Ahhhh geliii taauuu Iaaannn, udaaaahhh aaahhh”
“Hahahaaha” udah udah Iaaan geeliii bangett niihhhh”
Melihat Eva tertawa aku tertarik untuk menjailinya, dengan sidap kutusuk ujung jariku dan ternyata tindakanku mendapat perlawanan dari Eva. Eva langsung meraih tanganku dan menariku hingga berdiri kembali dihadapanya.

“Nakaaal yaaah” kata Eva dengan muka sedikit cemberut.
“Heheheh, habiss pantat kamu mulus bangeett sihhh” jawabku sambil mengambil kembali botol Sabun dilantai.
“Huuu dasar maniak pantat kamuu” ledek Eva.
” Biarin weeeee” kubalas ledekanya.

Kubuka Tutup botol itu dan kutuangkan seluruh isinya ke tubuh bagian depan Eva. “Kokk di tuangin semua sihhh kan gue baru beliii ahhh eluu” protes Eva. ” Gak apa apa biar enak dan licin” jawabku. ” Enaaak apa nyy…..”

Belum selesai Eva membalas ucapanku, ku surung tubuh Eva hingga menempel ke dinding. Kupagit bibirnya dan langsung kukulum bibir bawahnya. Eva sedikit kaget, namu tak lama dia langsung membalas ciumanku. Tubuh kami saling menempel dan bergesek. Sabun cair ditubuh Eva langsung berbusa hingga menutupi tubuh depan kami.

Slluurrrrrpppppp llreleeee eleeleeel

Lidah kami saling melilit satu sama lain. Diantara kami tidak ada yang mau mengalah untuk menghisap lidah masing. Lenganku kembali meremas payudara eva yang sudah semakin tegang putingnya. Ahhhhh ahhhhh. Desahan kecil mulai terdengar disusul dengan aksi eva dengan meremas penisku. Kuminta Eva untuk menaikan kaki kananya di tembok, kini penisku semakin menempel di bibir Vagina Eva, kugerakan sedikit pinggulku agar ujung penisku mengenai klitorisnya. Eva mengentikan ciumanya sejenak setiap kali klitorisnya kusgesek dengan penisku.

“Aahhhhhhhhhchhhhhh”

When you feel my heat
Look into my eyes
Its where my demons hide
Its where my demons hide
Dont get too

“Ini Dua orang kemana sih, dari tadi ditelpon kaga ada yang ngangkat. Katanya udah siap siap, nyebelin deh”Gerutu Nabila ketika mencoba menghubungi hp Eva. Mereka berempat menunggu disebuah Cafe dengan sedikit kesabaran. “Ahhh iyooo ik suii banget, po muleh wae sit yo ? Males ki nungguin sui banget” Lanjut satria yang tak kalah Bosan menunggu mereka berdua.

“Sek Sek tak telpon Bastian dulu kali aja masih pada mandi jadi gak denger bunyi telpon”.Anji mencoba menghubingi no Bastian.
“Terus gimana dong masa nungguin terus Bete nihhh” Keluh Nabila.
“Gak diangkat ik hpnya” kata Anji sambil menutup telpon
“Terus gimana mau pulang dulu aja?” Lanjut Anji.
“”Boleh deh mas, Dewi juga pengen ganti baju dulu, bau keringet ini tadi habis lari2” ujar dewi yang pagi itu pake celana panjang.
“Yah udah kalau gituu. Sat ambil mogil geh, ni makanan biar aku ae sing bayar” Pinta Anji
“Yoooo” Jawab Satria singkat sambil mengambil kunci dimeja kemudian pergi keluar cafe.

“Mbaa semua berapa” kata Anji kepada Kasir cafe.

AHHHHHHHHH AAAAAACCCCCCHHHHHHHH

“Enak banget tian, terus entotin memek gue ahhhhh ahh”
Desah Eva sambil terus merangkul pundaku, kuhentakan terus penisku keatas menuju memek eva yang sudah semakin terasa lengket dan basah.

Ahhhhhhhhh
Ahhhhh ahhhhh ahhh
Ahhhhhhh

“Ahhhhhhh, memek kamu enak banget vaa aahhhhh”
Ahhhhh

______

“Akhirnya sampe juga” Kata Satria sambil memarkir mobil.
“Mas Sat mas Anji dewi naik dulu yah” lanjut dewi masuk kedalam kosn dan menuju kamarnya
“Yah dah gue kekamar Eva dulu ye penasaran dah bangun belum sih tuh anak” kata nabila kepada Anji
“Yah wes sana di bangunin aku sama satria meh keluar sebentar” jawab Anji.
” lah mau kemana emang dah? ” tanya nabila penasaran.
” Adalah lah penasaran aja kamu toh, yo sat puter balik neng gone si Lukma” Pinta Anji ke satria sambil menutup kaca mobil.
” Siippp”.

Nabilapun meranjak masuk oedalam kosnya dan tak lupa untuk mengunci pintu depan. Bergegas Nabila naik kelantai dua menuju kamar Eva. Tetapi didalam kamar ini tanpa ada yang mengetahui tengah terjadi pergolakan cinta yang dilakukan oleh Bastian dan Eva didalam kamar mandi. Keduanya yang sedang dibalut kenikmatan tidak sedikitpun menyadari teman2 nya sudah sampai dikosn.
Nabilapun mulai mengetuk pintu kamar Eva, cukup lama tapi tak ada satupun balasan atu suara. Merasa penasaran nabila semakin kencang mengetuk pintu yang terkunci rapat, diapun mulai meneriaki nama Eva dengan cukup kencang.

“Evaaaa, lu didalem kaan, buka pintuuu doonk”
” Evaaa, lagi ngapain sihh mandi masa lamaa amaat dah, bukain dong, Vaaaaa.”
“Ihhhh ni anak lagi ngapain sih, jangan2 lagi ngewe nih” Nabila menggerutu sambil terus mengetuk pintu kamar Eva.

” Ahhhhh terus sodok Basss ahhhhh bentar lagi guaaa keluaarrr terusss axchhhhhhh achhhhhhh ”

TOK TOK TOK

Aaahhhhh ahhhhhhhh aachhhhhh BSSSSSaaaaaasss….

acchhhhh

HGGHHHHHHH IYA MBAAA BAstian jugaaa ahhhhhhhh

“Ettt tunggu mba, ahhh……” Bastian tiba tiba berhenti menggerakan pinggulnya.
” Ihhhh kokkk berhentiii sihhhh dah mau nyampee nihh, lo gimana sihhh” gerutu eva sedikit marah karena bastian tiba2 berhenti menggaulinya.

” ihhh iya, tapi ada yang ketuk pintu deh dari tadi” bastian mencoba menjelaskan
” ahhh lu salah denger kalii ahhhh.” Eva tetap tak percaya dan makin kesal.

TOK TOK TOK

“EVAA KELUAAR DOOONGG , LAGI NGAPAIN SIHHHH”

” tuhhh kan ada yang manggil, kanyanya anak2 udah pada pulang degg vaa, ini gimana nihh, ” Bastian mulai panik karena takut ada yang ngetahui perbuatanyanya dengan eva
” Ohhh iya juga, duhhh siapa lagi ganggu aja nih bikin kentang aja nihh” Eva berjalan menuju tempat handuk dan menutup tubuhnya,
” dahhh lo disini aja, kaga usah panik lagii,” Eva berusaha menenangkan bastain bahwa tidak akan terjadi apa2

EVAAAAAA

” Iyaaaa bentarrrr siapa sihhh,” buru buru eva keluar kamar mandi dan membuka dan sedikit membuka pintu kamarnya.
” Ahhhhh taunya eluuu kirain siape, ngapain lu dah pada balik yee?” Eva hanya mengeluarkan kepalanya dari celah pintu.
” ihhhh, lu buka pintu lama amat dah cun, lagi abis ngapain sih. Iye lah kita balik, abisnya nungguin lo dah kaya nungguin gajah brelor, kemana aja sih dari tadi ditelpon gak dianggkat? ” jawab Nabila sedikit menginterogasi.

” Sori gue gak denger, habis mandi tdi gue, nihh rambut gue basah kan” Eva berusaha menutupi perbuatanya.
” Ahhhh boong luuu, tuh muka Sangee banget tuh, dah gitu lu ngos ngosan banget lagii” Nabila mulai memancing Eva.

” Ahh taii lu, enak ajaa luuu” Eva semakin menutupinya dengan muka makin merah padam,

” aahhhh eluuuu pake nutup nutupin segala, ama gue iniiian, same siapa lu ngewe?” Tanya Nabila dengan senyum menggoda.
” Ahhhh herisik loo, anak anak mana? Tanya Eva
” Dewi dikamarnya, Anji ma Satria keluar lagi kaga tau kemane” jawab Nabila singkat.

Hufff eva menghela nafas, ” Yah dah buru masuk luu! ”
” luuu beneran lg ngentot cun? Ama siapa? ”
” iyeee puaaas lu, dan gara gara elu gue jadi kentang nih” Eva sedikit menggerutu

” hahahaha lagian elu, gue kira mati lu dikamar, habis kaga bilang bilang sihhh hihihih, ama siapa emangnya? ” tanya nabila lagi.
” Ama Bastian” jawab Eva.

” WHAAAT seriusaaan luuuu? ” Nabila sedikit kaget dengan jawaban Eva
” Baaasss, keluaar aja gak apa2 ini nabila kok” pinta Eva sambil membuka pintu kamar mandi.
” hayyy mba Nabila” Bastian menyapa Nabila dengan muka malu2 tubuhnya sudah dililit handuk ketika eva keluar tadi. Bastianpun keluar dari dalam kamar mandi. Nabila sedikit shok dengan muka heranya.

” Kalian berdua serius habis ngeweee, waaauuuu” Nabila masih terheran heran.
” iyeee dah nanti gue jelasin deh kronologinya,sekarang mending lu keluar aja deh ” usir eva.
” Ihhh ngusir ngusir, emang mau ngapain lagi mau tarung lagi yaaaaahhh”

” Iyaa lah gara2 eluu nihhhgue gakjadi keluar kan tadi, padahal dah dikitlagi tuh tadii wuuuuu. Udah elu mending keluar dulu aja dehhh” Pinta eva lagi

” yahhhelahhh gue pengen ngelihat aja masa kaga bolleh sihh, pelit luuhhh”
” Ahh ngapain sih lihat lihat kayak kaga pernah aja lu mah, dah sana sana luuu” sambil mendorong dorong tubuh nabila keluar.
” eeettt kalau gitu gue ceritain ke tante Ocha nihhh” ancam Nabila
” ya elaaah cun lu mah gitu amat dah ama gua, jangan ceritain tante Ocha ngapa, kan guenya yang gak enak nanti brondong kesayangannya gue pake ” Eva memohon mohon.

” makanya biarin gue ngelihat kalian berdua ngewe dong” jawab nabila sambil tersenyun
” Ya udah Va gak apa apa deh ada mba Nabila,” kata bastian menenangkan suasana.
” Tuhhh Bastianya aja kaga ape2 gue disini. Ehhh lo kok manggil Eva dah gak pake Mba lagi sihhh tumbenn. Hmmmmmmm” Nabila mulai mencibir.
” hehehe” Bastian hanya tersenyum.

” Berarti lu juga manggil gue Nabil aja ye, awas lo make mba mba lagi emang gue kakak lo apaa? ” sembari tanganya meraba raba bagian luar penis bastian yang masih sedikit tegang.
” wuiiihhh masih ngaceng ternyata, emang tadi kalian hot banget yahh” Nabila semakin menggoda sambil sedikit meremas penis Bastian yang mulai mengeras lagi

” Dahhh minggir lo, katanya mau ngelihat ajaa malah pegang pegang juga. ” hardik Eva sambil menarik bastian ke kasurnya.
” wooo gituu aja gak boleh dasar pecun senior” Ledek nabila sambil duduk disisi kasur eva sambil membakar sebatang rokok.
” ahhhh diem deh dasar Pecun Pemula,” Balas Eva sambil membuka handuk yang melilit tubuhnya.

Perlahan eva juga melapas handuk yang menutupi selangkangan Bastian. Penis yang tagang dan mengkilap itu nampak dan membuat Nabila sedikit memperhatikanya. Eva meminta Bastian terlentang dan dia segera menaiki tubuh Bastian.

” naahh sekarang kita lanjutin yahj Bass”
Bastian hanya tersenyum. Tanpa membuang waktu, Eva langsung mengarahkan bibir memeknya keatas kontol Bastian yang sudah berkedut, dan Eva langsung meggerakan tubuhnya naik turun dan menjepit kontol bastian dengan memeknya sepenuh tenaga. Nabila yang yang menyaksikan ini mulai sedikit terbawa nafsu dia langsung memegang sendiri memeknya yang masihvtertutupi celana olahraga.

hmmmmm

Ahhhh ahhhh ahhhh

Bastian meremas pantat Eva yang naik turun berirama dengan gerakan pinggulnya. Eva menaruh kedua tanganya didada bastian dan meremasnya lembut tak lama bastian mengambil kuasa, dia membalikan tubuh Eva dan sedikit memiringkanya. Dia tahu kalau posisi itu membuat pertahananya lemah ditambah sebenanya beberapa menit yang lalu di sudah hampir mendapat orgasme.

AAAHHHHH ACHHHHH ACHHHHHH
OUUCHHHHHH

OHHH YEEAHHHHHHHH

OUUUHHHHHH
Bastian menekuk kedua kaki Eva dan terus mendorong memeknya dengan kecepetan tinggi. Suara ceplokan memek dan kontol Bastian membuat Nabila semakin naik nafsunya, akhirnya dia menggesek sendiri memeknya dengan jarinya. Celana olahraganya dia pelorotkan sedikit dan tangan kananya masuk kedalam CD hitam dan mulai memainkan memeknya . Ahhhh ahhhhhh Nabila ikut mendesah mengikuti desahan yang keluar dari mulut eva. Nabila akhirnya pindah keatas kepala Eva dan menyenderkan badanya agak memudahkanya untuk bermastrubasi. Sementara itu Bastian makin terus menggerakan pinggulnya maju dan mundur, payudara Eva ikut menyembul setiap kali memek Eva mendapat sentakan dari Bastian. Eva meremas sendiri untuk menahan rasa nikmat yang diberikan oleh Bastian. Melihat panasnya permainan Eva dan Bastian dihadapanya, Nabila ternyata tak berkuasa untuk menahan nafsunya mengingat dia sudah cukup lama tidak berhubungan badan dengan pacarnya. Lalu Nabilapun memberanikan diri untuk ikut melepas celana olahraga berikut celana dalamnya dan berbaring tepat disebelah tubuh Eva yang tengah terengah engah. Nabila berharap Bastian mengerti atas tingkah yang dilakukan oleh Nabila, yaitu ingin mendapat perlakuan yang sama Eva

“Bassss, masukin dipunya gue juga dong, guee dah gaak tahaan nihhh, ayooo dong bass. Boleh kan Vaaa?” Pinta Nabila dengan desahanyaa
Ahhhh

Eva tidak menjawab permintaan Nabila begitupula dengan Bastian, dia malah membenamkan mukanya diatas Payudara Eva yang bergoyang goyang. Dia melirik kearah Nabila, dilihatnya muka Nabila yang sedang menikmati mastrubasinya. Bastian merasa Iba dengan Nabila namun dia harus menyelesaikan tugasnya pada Eva terlebih dahulu. Maka dia mengeluarkan jurus andalanya, yaitu menyentak dan mengulur. DIa beberapa kali menyentakan Kontolnya cukup keras untuk kemudian mengeluarkan sejenak dialakukan beberapa kali hingga memek Eva terasa berkedut semakin kencang. Eva nampaknya akan orgasme karena bokongnya makin naik turun dengan cepat.

“AHhhhhhhhh Basss gue mau keluaar aahh, ahhhh cepeeet baassss sossook terus meki gue bas ahhhhh”

“ohhhhh”
“tenang aja Eva aku bakal kasih kamu Big O yang tadi tertunda”

Ohhhhh

ACHHHHHHHHHHHHHH

Eva mengerang panjang, dinding dinding vaginanya makin kencang mencengkram Kontol bastian yang sengaja diatekan kedalam. Bastian membiarkan kontolnya didalam dan tak ia goyangkan, ia rasakan semburan demi semburan dari dalam liang vagina Eva. Kontolnya terasa sangat basah dan begitu hangat. Tubuh eva melemas setelah beberapa kali menggelinjang. Dia terbaring dan menatap Nabila sambil tersenyum seolah berkata sekarang giliran loe. Bastian mencabut batangnya dari dinding Eva dan beranjak naik kedepan wajah Eva. Kontolnya begitu basah oleh cairan vagina Eva sendiri, bastian menghadapkanya tepat dimulut Eva. Evapun dengan sigap langsung menjilati cairanya sendiri yang menempel diujung kepala penis Bastian. Lalu perlahan dia benamkan seluruh batang itu kedalam mulutnya dan sedikit memberi seotan yang kuat

PRUUUFFFFTTTTT

Leeeleeeeeellllll

aaahhhhhhhhh

“makasih yah Bas,” sambil tersenyum
“Nah sekarang giliran gue, Loe masih kuat kan Bas, meki gue gak kalah enak loh sama punya Eva” Rayu Nabila yang sudah berada dibelakang tubuh Bastian. Nablapun memeluknya dari belakang dan sedikit memberikan cumbuan pada leher Bastiaan. hmmmmm. Nabila menciumi leher dan telinga Bastian dengan lidah basahnya. Slruuupppp

“ayooo dong berondongg”
“Vaa lu ada kondom kan” Tanya nabila,
“ada tuh diselorok meja tidur” Jawab Eva sambil menunjukan tempat dia manaruh Kondom.
“Bastian gak apa2 kan kalau pake Kondom, soalnya gue lagi gak pake pil KB. gak apa apa kan.” Bisiknya seksi ditelinga Bastian.
“Iyaa gak apa kok. Yukk”
“Yuuuk”

Evapun bergeser dari tempat tidurnya dan mengambilkan Kondom yang diminta oleh Nabila lalu memberikanya kepada Bastian. Bastian gegas memakai Kondom itu di penisnya dan memposisikan tubuh Nabila untuk berada dibawah. Bastian menggesek kepala Penisnya dibelahan Vagina Nabila untuk memberikan penetrasi, kemudian perlahan lahan mendorongnya kedalam. Sama halnya dengan Eva Vagina Nabila juga cukup sempit namun sedikit berbulu ketimbang milik Eva yang nyaris tanpa bulu. Blesss Penisnyapun sudah masuk sepenuhnya kedalam liang kenikmatan Nabila. Sementara Eva menuju kamar mandi untuk membersihkan Vaginanya dari cairan cairan miliknya. Bastian menggoyang pinggulnya agar kedua paha Nabila ikut naik keatas agar dia leluasa untuk mendorong pinggulnya.

Bastian menarik sedikit Kontolnya keluar dan dia sentakan lagi dengan cukup keras menuju liang rahim Nabil. Nabilapun mengerang atas perlakuan Bastian, matanya langsung terpejam dan mulutnya menganga lebar. “ahhhhhhhhhhhhhhh” Bastian sengaja menggunakan rpm rendah untuk mengistirahatkan Penis dan nafasnya yang sedari tadi terkuras. Lalu perlahan demi perlahan dia menambah kecepatan pinggulnya. Kedua tanganya menekan ketiak Nabila yang masih tertutup Kaos lengan pendek. Dia tekan agak keras yang membuat nabila makin menambah jepitan didinding Vaginanya. Rupanya Bastian sudah tahu titik kelemahan Nabila berada di ketiaknya ketika bermain Truth and Dare semalam.

“AHHHHHHH” ” Bassssss eenaaakkkk bassss terus bassss, bikin gue keluar basss aahhhhhh”

“Tenang aja mbaaa ahhhh ohhh ohhh”

Plookkk ploook ploook plooook

Sleeeepppppppp

Bastian meremas Payudara nabila dari luar kaos putih yang dikenakanya. memang payudara Nabila tidak sebesar milik Eva namun cukup pas untuk diremasnya. Tak lama Eva keluar dari kamar mandi dan menghampiri mereka berdua, lalu Evapun naik dan berjongkok diatas tubuh Nabila dan menghadap Bastian. lalu dia memberikan bibirnya, mereka berdua berciuman sementara Bastian terus berusaha menggoyang pinggulnya maju dan mundur. Slruuuuppppp. suasana semakin meriah Eva ternyata masih tak mau kalah diterus mendominasi Bastian dengan ikut menciumnya. Ciuman itu ternyata berhasil menyita konsentrasi Bastian hingga akhirnya Bastianpun mengeluarkan spermanya “AHHHHHHHHHHHHHH” Bastian mengerang sesaat setelah melepas bibirnya dari mulut Eva yang sangat beringas. namun bastian tetap berusaha mendorong pinggulnya karena tahu Nabila belum mendapatkan Orgasme. Eva merasa puas karena telah menyabotase pergumulan Nabila dengan Bastian.

“Mba Nabila maaaf yaaah aku keluar duluaan, habis tadi Eva nyium aku sih jadi aku gak bisa ngontrol.” Bastian meminta maaf karena lebih dulu orgasme dan menyudahi permainan ini. Penisnyapun ia cabut karena sudah mulai mengecil
“Ahhhhh elu Vaaa padahal gue dikit lagi dah mau keluar jugaaa, ahhh curang ah luu” Gerutu Nabila ke Eva
“Weeeeeeee, gantian lu tadi juga dah bikin gue kentang kannn”
“Ahh tapi kan kaga gini juga caranya, ini sih namanya sabotase, aaahhhhh udah aah bete guee” Dengan muka musam Nabila bangkit dari tempat tidur Eva lalu dia mengambil celana dan CDnnya untuk kemudian dikenakan lagi.

“ihhhh ngambek” Ledek Eva
“Boddoooo” Bales Nabil. “Pokoknya loe masih punya utang loh Bas ama gue. Pokoknya entar gue tagih” Ucap Nabil kepada Bastian
“Iya mba iya, heeehehe maaaf yaah, kan bisa lain waktu” Bastian mencoba menjawab sekenanya.

“Lo mau kemana Bil?” Tanya Eva
“KEKAMAR LAH, MAU MANDI GUEE” jawab Nabila sedikit ngegas.
“Oh ya loe balik kekamar lo dulu sana entar Anji ma Satria balik kan berabe”

“Oh iyaaa yah, ya udah deh”

Akhirnya Bastian dan Nabilapun keluar dari Kamar Eva, Eva terlihat tertawa sendiri karena berhasil menjaili teman satu kosnya ini. Nabila yang masih kesal dan gagal mendapat Orgasme langsung masuk kekamar mandinya dan menuntaskan birahinya dengan Vibrator mliknya. Bastian segera kembali kekamarnya dilantai bawah dan segera membersihkan badanya kemudian berpakaian dan bersikap seolah tak terjadi apa apa. Tak beberapa lama Anji dan Satriapun pulang kekosn.

__________________
“Haloooo tantee”
“Tiaaaannn kok lama sih angkat telponnya.”
“Maaf tante tian baru habis mandi, ada apa tante” Tanya Bastian
“Kok jam segini baru mandi sih, baru bangun yah kamu” Tante Ocha balik bertanya
“Ohhhh iya tant, baa ruu bangunn tadi, semalem pada begadang soalnya.” Bastian berusaha menutupi kejadian yang sesungguhnya
“Ohhh gituu, yah udah ini tante sama Mba Icha ada di bandara bentar lagi berangkat nih ke Jogja, kamu jangan lupa jemput yah nanti sore”

“Ohh, iya tante, Tian mana mungkin lupa, bawa oleh oleh gak buat Tian”
“Bawaaa dongg, pokoknya kamu pasti suka deh. oh iya nanti anak anak sekalian diajak yah, kita sekalian makan bareng nanti” Lanjut Tante Ocha
“Ohh iya Tante pasti itu, cepet cepet yah nyampenya jangan kelamaan” Bastian sedikit memanja.
“Ihhh kamu udah kangen yah sama Tante. ?”
“itu tante tahu, pokoknya tante ati ati yah dijalan”
“Iya sayaaang, udah duluu yah sayang tante mau masuk terminal dulu, sampai ketemu yaahhh, Muachhhhhh”
“Muachhhhhhhh jugaaa Tante sayang”

“Idiiih mesranya yang abis telponan” Icha sedikit meledek.
“Ahhh Apaan sih kamu, mesra dari mananya ihhh, Yah udah yuk jalan”

__________________
Bastian keluar dan bergabung bersama teman2nya diruang tamu. Anji dan Satria menanyai keberadaanya tadi, Bastianpun berusaha membuat alasan agar kejadian tadi pagi tidak diketahui oleh mereka berdua. Eva dan Nabila pun hanya bisa tersenyum mendengar alasan yang diutarakan oleh Bastian. Tapi akhirnya mereka percaya dan seolah kejadian itu tak pernah ada. Bastian meminta mereka untuk ikut menjemput Tante Ocha dan Mba Icha nanti sore di Bandara. Merekapun keluar untuk makan siang bersama sembari menunggu sore untuk menuju Bandara.

Author: 

Related Posts