Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 14

Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 14by adminon.Cerita Sex Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 14Dark Secret [Setiap Orang Mempunyai Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 14 Chapter 10: TRIP To SEMARANG Part 5 Lidya POV. Aku bangkit dari sofa dan menuju ke kamar tidur. Mending mandi dulu sebelum nanti keburu Lisa datang pikirku. Dengan malas kubuka satu persatu pakaian yang kukenakan, dimulai dari blouse putih dan sekarang rok hitam […]

tumblr_no6ncfkzPh1uv8wono10_500 tumblr_nov6jbfWbh1tkz7y4o1_540 tumblr_nov6jbfWbh1tkz7y4o2_500Dark Secret [Setiap Orang Mempunyai Sisi Gelap Dalam Dirinya.] – Part 14

Chapter 10: TRIP To SEMARANG
Part 5

Lidya POV.

Aku bangkit dari sofa dan menuju ke kamar tidur.

Mending mandi dulu sebelum nanti keburu Lisa datang pikirku.

Dengan malas kubuka satu persatu pakaian yang kukenakan, dimulai dari blouse putih dan sekarang rok hitam yang kukenakan meluncur turun.
Tanganku meraih kebelakang dan membuka kaitan braku. Setelah itu, payudara miniku terbebas menghirup udara segar. Terakhir, celana dalam putih miniku tersampir di ranjang.

Dengan perlahan aku melangkah kekamar mandi.

Mungkin berendam sejenak dibathub bisa menghilangkan penat. Kuisi air di bathub sampai terasa hangat. Dengan perlahan aku masuk kedalam.

Uffggttt..hangat

Hangat air yang pas serasa memijat tubuhku yang penat, sungguh, hal yang menyenangkan.

Perlahan tanganku memijat tubuhku dengan pelan, mulai dari pelipis, pundak turun keleher. Berhenti sebentar ditengkuk,memijat pelan disana, sebelum turun kedada.

Terasa sedikit nikmat ketika tanganku menyentuh dua gunung kembar, mungkin bukit tepatnya. Putingku perlahan mengeras ketika tanganku menyusuri lembah yang membentang diantara dua buah bukit itu.

Tanganku terus turun kebawah, memijat pelan bagian pinggul kemudian berlanjut kebagian pinggang. Terasa sedikit geli ketika tanganku mencoba menyusuri perutku yang rata, sebelum bermain-main sebentar dibagian pusar.

Eehmmm…

Desisku pelan ketika tanganku turun kebagian paha dalam, memijat pelan disana sebelum turun kebagian pantatku yang membusung padat.

Setidaknya aku punya bagian tubuh yang bisa aku banggakan, pikirku.

Dengan perlahan tanganku memijat pantatku yang sedikit terasa kebas karen terlalu lama duduk. Dari pantat tanganku menuju bagian paling sensitifku.

Klitoris.

Aku merasa sering terangsang akhir-akhir ini.

Mungkin karena memasuki masa subur.

Dengan pelan tangan kananku menggesek pelan, bagian kecil yang mulai tersembul malu-malu dibawah sana.

Ahhhh…Desisku pelan ketika tanganku mengusap dengan pelan daging kecil itu.

Perlahan tanganku menggesek dengan semakin keras.

Dan semakin cepat.

Tangan kiriku kuusapkan keatas.

Kebagian dua buah bukit yang mulai mengencang, dengan puting yang semakin keras.
Dari mengusap, tangan kiriku meremas pelan bukit yang sebelah kanan.

Ssssttt…ahhhh……

Tak tahan aku mulai mendesis pelan.

Paduan remasan tangan kiri dibukitku, gesekan cepat dan keras diklitorisku mulai membuahkan hasil.

Namun.

Terasa kurang.

Aku perlu lebih!

Kulirik kesamping, entah mengapa tangkai shower itu begitu menggodaku.

Aku bangkit dari bathub dan perlahan bangkit kepojok, ketempat shower itu berada.

Tangkai shower ini berbentuk tabung.

Dan besarnya sempurna.

Seandainya benda ini memasuki diriku.

Aku merasa semakin basah dibawah sana.

Kuhidupkan keran shower, air memancur pelan dari shower.

Air shower yang mengalir perlahan aku arahkan ke bagian atas vaginaku.

Ssttt… Dinginnya air shower memberikan sensasi tersendiri disana. Putingku terasa semakin mengeras, antara dingin dan birahi yang mulai melanda. Kuputar keran shower, sehingga air shower mengalir lebih deras.
Dan lebih keras.
Dengan air yang lebih keras memancar, kuarahkan kebagian atas vaginaku.
Kedaging kecil sebesar kacang yang semakin terasa membesar sekarang.
Aahhhahhhssttaahhh, tak bisa kutahan desahan dari mulutku, merasakan nikmatnya dibawah sana.

Tangan kiriku semakin keras meremas payudaraku, putingku sudah mengeras dengan sempurna.

HHmmmm,,,,,ssttttt,,,ahhhhh Rasa itu terasa semakin dekat.

Sedikit lagi.

Mbak Lidya, mbak… Kudengar suara Lisa diruang tamu.

Aduh!

Air shower semakin kudekatkan ke arah klitorisku, sementara tangan kiriku semakin keras meremas payudaraku. Orgasme itu terasa begitu dekat sekarang.

Mbak Lidya, mbak… Suara Lisa terdengar sudah di kamar tidur.

Ah, sudahlah.

Iya Lis, mbak lagi mandi Semoga Lisa tidak mendengar gemetar di suaraku.

Lisa kebelet ne mbak, masih lama Tanya Lisa seperti menahan sesuatu.

Ini dah selesai kok Lis Kataku sambil mengambil handuk dari gantungannya.

Huffftt.

Lagi dikit aja Lis. Dikit lagi.

Aku membuka pintu kamar mandi dan melihat Lisa berdiri didepannya.

Loh.. kok wajah mbak merah gitu?

Andri POV.

Makanan penutup?

Memangnya kita punya?

Pikirku, masih bingung dengan apa yang dikatakan Raisa.

Makanan penutup apa Is? Tanyaku dengan heran.

Aduh mas, masa nggak ngerti? Itu yang dibawah, yang mas mau masukin tadi Gerutu Raisa.

Emang mau kentang? lanjutnya

Owwuuhhh.

Kalau itu, dengan senang hati.

Kulihat Tri sedikit menguap, rupanya dia sudah sedikit mengantuk.

Atau sengaja pura-pura mengantuk?

Tri kalau sudah ngantuk, tidur aja dulu, ada selimut ditas ranselnya. Tapi nanti mungkin tidurnya harus berdesakan ya? Kataku kepada Tri.

Iya mas, gak apa-apa kok, masih mending daripada begadang sampai pagi atau tidur di jalan sahut Tri sambil beranjak ke mobil.

Mas, anterin Is pipis ya, kebelet neh Kata Raisa sambil mengedipkan sebelah matanya.

Dengan santai aku mengikuti langkah Raisa menuju kebalik pepohonan yang ada di sebelah tempat kami camping.

Mas, sini Kata Raisa dari balik sebuah pohon yang terlihat paling besar.

Kenapa Is? Katakaku sambil mendekat.

Ughtt Kataku terkejut, ketika dengan tiba-tiba Raisa memeluk dan mencium bibirku dengan ganas. Tangannya langsung meraba Andri junior dari balik celana yang aku kenakan.

Hmmm, sudah horny habis rupanya.

Dengan tak kalah panas, aku mulai meladeni permainan lidah Raisa yang ganas. Air liur perlahan menetes dari sela-sela bibir kami.

Ugghhttt…ahh…massss…

Desah Raisa ketika dengan nakal tanganku mengangkat kaosnya keatas sehingga aku bisa meremas payudaranya.

Mas, kerasin! Pinta Raisa disela-sela ciuman kami.

Tanpa disuruhpun aku akan melakukannya, dengan kerasa aku remas payudaranya, bergantian dari kiri terus kekanan. Sementara mulut kami terus berciuman dengan panasnya, saling bersilat lidah didalam sana.

Sementara itu, tangan kananku turun, menyibakkan kain pantai yang dikenakannya, keantara pangkal pahanya dan mencari celah kenikmatan diantara rimbunnya rambut kemaluan Raisa.

Uhhh,,,, masss… masukinnnn…. Rengek Raisa ketiika aku bermain-main didepan liang kenikmatannya.

Basah!

Ahhh…masss…stttt…. Desah Raisa ketika satu jariku menerobos masuk liang kenikmatannya yang sudah basah kuyup.

Penisku terasa sakit didalam sana.

Kugesekkan penisku yang tegang ke perut sekal Raisa.

Seolah mengerti, perlahan tangan Raisa membuka resleting celanaku sehingga Andri junior bisa terbebas dari kurungannya.

Hhmmpphhmmmpppahhh..mas Desah Raisa semakin menjadi ketika dua jariku dengan cepat kugerakkan diliang
kenikmatannya.

Menjepit.

Menggigit.

Terasa sekali jepitan vagina Raisa di jariku.

Dijari saja sensainya seperti ini, bagaimana dengan penisku?

Memikirkan hal itu, penisku menegang dengan maksimal.

Ughhh, Is Kali ini giliran ku yang mendesah ketika Raisa berlutut dan menjilat penisku dengan ahlinya. Dengan telaten dia menjilat seluruh bagian penisku sebelum memasukkannya kedalam mulut mungilnya.

Ahhh,, Is!

Dengan cepat Raisa menggerakkan mulutnya maju mundur, seolah berlomba dengan waktu.

Plooppp

Bunyi penisku ketika terlepas dari kulumannnya Raisa.

Mas, jadi minta makanan penutupnya? Tanya Raisa nakal.

Kujawab pertanyannya dengan membalikkan tubuhnya menghadap kebatang pohon. Kunaikkan kain pantai yang menutupi paha dan pantat sekal Raisa. Tangan Raisa bertumpu pada batang pohon.

Plaakkkkk Kutampar pantat yang menggodaku sedari pagi ini.

Ihh.. mas nakal, masukin mas, keburu curiga Tri nanti mas Kata Raisa mengingatkanku.
Dengan tak sabar tangannya meraih penisku yang telah menegang dengan sempurna dan menempatkkannya dilobang yang pas.

Kudorong pelan-pelan penisku memasuki celah yang sempit, hangat dan menggigit itu.

Uggffftttt

Ahhhh.mas, tahan bentar, punya pas terasa penuh di vaginaku Ceracau Raisa sambil menahan pahaku dengan tangannya, padahal baru kepala penisku yang masuk kedalam vaginanya.

Dengan perlahan aku gerakkan penisku kedepan dan kebelakang, begitu berulang kali supaya Raisa bisa terbiasa dengan ukuranku. Sekarang hampir setengah penisku masuk kedalam vagina Raisa.

Basah.

Hangat.

Dinding vagina terasa begitu nyaman menjepit penisku didalam sana.

Bleesssss.

Ahhhhhh..ssttt

Ahhhhh,,, masssss,, sakit! Teriak Raisa ketika dengan tiba-tiba aku memasukkan penisku yang tersisa kedalam vagina Raisa yang menganga menanti.
Diem bentar mas, kerasa penuh banget didalam Seru Raisa sambil menikmati tegangnya penisku didalam vaginanya. Tangannya mencengkram pinggulku, menahan ku bergerak lebih lanjut.

Dengan perlahan, pantat Raisa yang semula pasif saja, digerakkan seperti meremas penisku. Itu kuartikan sebagai tanda bahwa aku boleh bergerak.

Is sukanya yang pelan apa yang keras? Tanyaku sambil terus menggerakkan penisku maju dan mundur dengan perlahan.

Keduanya mas, tapi lebih enak yang cepet dan kasar mas Tantang Raisa.

Oke, you deserved it.

Kutingkatkan tempo kocokanku, ditambah dengan mempercepat frekuensi remasan tanganku pada payudara yang dihiasi dengan putting yang menonjol karena birahi yang menggelora.

Plokk..plokplokkk Suara benturan tubuh kami semakin keras terdengar.

Sementara itu, terasa cairan Raisa semakin banyak mengalir dari celah-celah vaginanya.

Plakkkplak,.plakkkk Sekali-kali kutampar pantat yang mulus dan sekal itu dengan bernafsu. Sementara itu Raisa semakin liar menggerakkan pantatnya, diikuti dengan mengencangkan otot kegelnya yang sukses membuatku merasa melayang.

Mas, Is,, udah mau nyampe Kata Raisa dengan suara yang bergetar.

Sama is, barengan ya Kataku sambil mempercepat kocokanku.

Kocokanku semakin kupercepat, peluh sudah membasahi tubuh kami dimalam yang dingin ini.

Mas Andri, Mbak Raisa. Tri kebelet nih, kalian dimana? Suara Tri terdengar cukup dekat dari kami berada. Cahaya bulan sedikit terhalang oleh awan sehingga kami tidak jelas terlihat.

Owh, shit.

Mas, cepetin mas, sebelum Tri nyampe sini Pinta Raisa sambil menggoyangkan pantatnya dengan liar.

Mas, Mbak Is, tri kesana ya Suara Tri terdengar sangat dekat, bahkan aku bisa melihat bayangan tubuhnya.

Kugerakkan penisku semakin cepat, demikian juga Raisa yang memutar pantatnya seperti kesurupan.

Ahhhhhhhh..massss,, dikit lagi Bisik Raisa dengan nafas yang terengah.

Is, Tri bisa lihat kita nanti! Kataku, sedikit mengendurkan seranganku pada Raisa.

Tanggung mas, kalau dilihat pun, paling dia minta Kata Raisa, tanpa menghentikan goyangan pantatnya.

Mas, ngapain disana? Kata Tri ketika tinggal tiga meter dari tempat kami berada.

Mungkin dia bisa melihat aku berada dibelakang Raisa yang menunggingkan pantatnya.

Kulihat dari gerakan tubuhnya Tri, dia melihat persetubuhan kami.

Tapi kenapa dia hanya diam?

Apakah…

Ah, persetan!

Sensasi bercinta dengan dilihat orang lain, membuat birahiku semakin tinggi. Testosterone seperti berlomba dengan andrenalin dalam aliran darahku.

Kugerakkan pantatku semakin keras, tangan kananku terus manampar pantat Raisa yang menungging dengan indah. Suara tamparan dan hentakan pinggulku pasti sekarang bisa terdengar oleh Tri.

Ditengah malam.

Dengan sedikit penerangan.

Bercinta dengan dilihat orang lain, yang baru saja kau kenal.

Sensasinya sungguh sulit aku utarakan!

Yesss, lebih keras mas! Jerit Raisa memecah malam.

Perlahan cahaya bulan semakin terang, rupanya sang awan bergeser sejenak.

Shit.

Aku bisa dengan jelas melihat Tri, dan begitu juga sebaliknya!

Terlihat dia sedikit termangu melihat aku sedang menggenjot Raisa dengan keras.

Mas,, lebih keras, Is dah mau nyampe mas! Pinta Raisa dengan suara keras.

Plakkk..plak,,plak,,, Kutampar paha Raisa dengan keras.

Lebih keras mas..agghhhh

Plokk..plokkk.plokk.

Kulihat kearah Tri, dia termangu melihat persetubuhan kami. Kakinya digesek-gesekkan dengan gelisah.

Rupanya dia terangsang juga!

Melihat pemandangan Tri itu membuat nafsuku diubun-ubun. Penisku terasa semakin gatal.

Sekitar lima menit-an aku terus memompa vagina Raisa, sampai akhirnya tubuh Raisa mulai menggeliat tak beraturan. Goyangan pantatnya semakin keras.

Dan akhirnya

Aaaagghh. Mas aku ugghdapet..aahhhhh, jerit Raisa saat orgasme itu datang. Vaginanya terasa meremas penisku didalam sana yang membuatku akhirnya menyerah.

Mas juga Is! Seruku sambil memandang Tri yang juga sedang melihatku.

Crott..croottt.crroott Beberapa kali penisku menyemprotkan sperma didalam sana. Perlahan tubuh Raisa ambruk ke tanah.
Kulihat kearah Tri dan kulihat dia sudah tidak ada ditempatnya tadi.

Ouwh! Kataku terkejut ketika sepasang tangan yang mungil membelai penisku yang setengah tegang dari belakang.

Author: 

Related Posts