Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 12

Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 12by adminon.Cerita Sex LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 12LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 12 *dua belas* -Rudi- “Sayaaaang, kok ga jadi? Ayo dong kasih tahu, biar aku makin semangat nih kerjanya, terus cepet pulang deh,” aku mencoba membujuk Nisa agar dia mau terbuka kepadaku. “Tapi Rudi jangan ketawa yaaa?” “Iya sayaaang, janji deh!” “Aku, aku suka yang Rudi […]

multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-10 (1) multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-10 multixnxx- Maki Koizumi Maki Koizumi with big chest-11 (1)LDR? Mana Tahan~ ( Nisa Dan Rudi ) – Part 12

*dua belas*
-Rudi-

“Sayaaaang, kok ga jadi? Ayo dong kasih tahu, biar aku makin semangat nih kerjanya, terus cepet pulang deh,” aku mencoba membujuk Nisa agar dia mau terbuka kepadaku.

“Tapi Rudi jangan ketawa yaaa?”

“Iya sayaaang, janji deh!”

“Aku, aku suka yang Rudi di belakang aku, terus sambil meluk aku.”

Aku tersenyum membaca balasan Nisa, ternyata ia suka gaya spoon. Nisa memang tipikal wanita yang romantis.

“Aku juga suka gaya itu loh Nisa,” balasku kemudian sambil tersenyum menatap handphoneku.

“Oh ya? Kenapa emangnya? Bukannya Rudi pernah bilang ga enak nusuknya?”

Ada untungnya juga aku di Lampung. Nisa jadi ga malu-malu ngomongin masalah sex, hehehehe.

“Iya, soalnya aku bisa sambil megangin susu kamu, terus aku remes-remes deh,” aku mengirimkan pesan disertai sticker Moon sedang ngiler.

“Rudiii!!! Bodo ah! Aku kesel!”

Aduh, ini tangan ga ada rem nya kalau ngetik, jadi marah deh nih Nisa, harus dihentikan nih sebelum marah besar.

“Bukan gitu sayang. Soalnya susu kamu bagus, montok, aku seneng. Kamu emang ga mau ya bikin suami kamu seneng?” tanyaku sambil berharap trik psikologiku berhasil.

“Aku mau bikin Rudi seneng. Tapi jangan mesumin aku terus!”

“Iya deh maaf.”

“Nisaaa”

“Sayang maaaf”

Hampir 10 menit Nisa tak membalas pesanku, tampaknya trik psikologisku gagal. Nisa kalau uda badmood gini susah dibaikin.

“Rudi, bra aku uda kekecilan. Cepet pulang temenin aku cari bra.” Nisa mengirim pesan setelah hampir 15 menit aku menunggu. Tak lama kemudian sebuah foto payudara yang berbalutkan bra merah sampai di handphoneku.

Ni-nisa! Seksi banget!

“Emangnya kegedean ya Nisa?” aku mengirimkan pesan sambil memperhatikan foto payudara Nisa dengan seksama. Penisku menegang maksimal di bawah sana.

“Kok kegedean? Kekecilan Rudi! Ih kamu mah nyebelin! Ga fokus!”

Duh! Ini juga aku fokus Nisa! Ini aku fokus sama payudara kamu!

“Maaf, maksud aku susu kamu yang kegedean.”

“Rudiiiiii!!!”

Damn! Aku nyerah! Ga bisa mikir lagi.

“Kekecilan kan? Coba nih kamu pegang sendiri, uda makin gede loh dada aku.”

Nisaaa! Sampai kapan kamu mau nyiksa aku?

“Nisaa, kamu sayang aku kan?”

“Iyaa dong, Rudi kok nanyanya gitu ih.”

“Nisa cinta aku kan?”

“Iyaa, emang kenapa?”

“Aku mau liat Nisa telanjang dong, pliiiiis.”

“Rudi, ini aku lagi bahas bra aku yang kekecilan! Jangan mesum ah! Aku tinggal tidur nih!”

Keseeel! Nisa tega banget sama aku. Eh, aku dapat ide nih.

“Sayang, kalau kamu pake gitu aku ga bisa tau kekecilan apa engga. Coba deh kamu foto sambil pegangin bra nya di samping kamu, jangan di pake gitu,” balasku sambil berharap cemas. Semoga Nisa mau berbaik hati mengabulkan permintaanku.

2 menit kemudian balasan Nisa masuk, 2 menit yang serasa sebulan.

“Kaya gini maksudnya? Emang kalau kaya gini keliatan kekecilan atau engga?”

Pu-puting! Whooaaa! Nisa baiik! Dia mengirimkan foto telanjang dada sambil memegang bra merah di samping badannya.

“Belum keliatan sih, coba deh kamu genggam susu kamu. Aku bisa ngebandingin sama yang biasa aku genggam kemarin.”

Duh, aku kelewatan ga ya ngomongnya? Engga kali ya?

“Gimana? Uda gedean kan dada aku?” Nisa mengirimkan foto dirinya sambil meremas payudaranya dan tersenyum manis kepadaku.

“Sayang, aku ha tahsn. Foroin kamnu twlsnjang dpng?” aku mengetik dengan kecepatan super. Hampir 2 minggu tidak menyetubuhi Nisa membuatku hilang akal.

“Apasih? Nisa ga ngerti.”

Napsu tingkat tinggi melandaku. Aku tidak bisa lagi mengetik dengan benar.

“Ini maksud kamu?” Nisa mengirimkan foto dirinya seakan-akan ingin membuka celana pendeknya.

Ok fix! Aku nyerah! Aku segera menguhubungi Nisa melalui fasilitas free call yang terdapat di Line. Aku harus mendengar suara Nisa! Harus!

Author: 

Related Posts